Thursday, July 3, 2014

Kusaksikan kau datang

Baca judulnya seakan salah kamar ya? Harusnya kan masuk di halaman blog satu lagi. Tapi ini bukan sedang membacakan syair sih. Mau review saja menyoal musik *tsaah.

KarnaTra.

Berawal dari hobi mantengin website MBDC, berujung kepoin backsong nya dan.... jenjeng!
Recommended deh untuk yang...... Ya gitu. Paling mantep sih yang Heroine..... entah ya.. Begitulah.



Wednesday, May 14, 2014

May

Maybe it's true if they say : there's always that one person who you never really get over. No matter how many other people who treat me better. Because I love you for all that you are, all that you have been and all you're yet to be. Don't you know, nothing would be the same if you didn't exist? with the bad and the good things? with all those pain and happiness?

I know that you're no longer count the Fourteen or talk about our  anniversary or blablabla. So let me say a simple thank you for growing old with me since 2010.
Thank-you-yan.

I'm happy to see you-and-your-special-eyes again on this historical May.
Even not today, or tomorrow.

Best gratitude,
Nihaya.

Monday, May 12, 2014

Rindu dan Peluk

Bukan, ini bukan menyoal Ryanda. Tak ada kaitannya. Tapi tak apa kan bila aku masukkan dalam label? Ya. Ini seputar Payung Teduh, yang katanya keren itu. Yang harganya makin mahal itu. Yang tiap acaranya melibatkan tempat aku bekerja sebagai media partner tapi aku belum pernah meliputnya. Ya.. Yang liriknya syahdu itu. Lebih syahdu dari lagu-lagu luar negri yang kalian bilang keren.

I'm a big fan of culture. Mendengar senandung payung teduh yang amat bernuansa Indonesia, aku terpaku sekaligus terpukau. Tepat sekitar tiga tahun lalu, akhir masa sekolah. Baru mulai mengikuti ya sejak kuliah semester satu sih. Sesuatu yang bernada syahdu sangat amat membuat hatiku tenang. Bait-baitnya bagiku mudah diingat, diksi yang sangat itu-itu saja, tidak membosankan. Malah menjadi ciri khas. Ah ya.

Tahu kan, kalau aku amat egois dan emosian. Nah, dengan lagu ini, hidup mengalir perlahan tanpa teringat waktu. Tak ada rasa dikejar deadline atau diburu tagihan atasan. Lagu yang paling sering kuputar tentunya Resah, seperti orang kebanyakan.

Namun setelah dihayati (bukan nufus), Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan itu sangat sangat......... Ya, peluk saja. Oh ya satu lagi! Angin pujaan hujan! Rinduku berbuah lara. Lara. Lara.

Nah sebenarnya sebelum membahas payung teduh, aku sedang menonton youtube dari Banda Neira. Di paruh waktu, rindu, ke entah berantah. Pertanyaan klasik, apakah Banda Neira sudah pernah ke Banda Neira?



Yang jelas, Rara Sekar itu sosok yang mengagumkan terlepas dari urusan musik. Ia, bagian dari Indonesia Mengajar. Dan itu sudah lebih dari cukup untuk mengatakan ia adalah sosok mulia. Terima kasih.

Saturday, May 3, 2014

Stuck on The Puzzle - submarine

Hai, ditengah kekesalanku karena laptop tak bisa menekan huruf T dengan cekatan (berkat terselip butiran nasi), aku memutuskan untuk.... ngeblog hehe. Ditengah ke rumitan tugas kuliah dengan ebook yang membebani mata.... ada baiknya memang mengharubirukan mata sekalian.

Jadi beberapa waktu lalu aku mulai suka nonton film di laptop, yaa setelah bete karena jarang ke bioskop seperti awal-awal kuliah dulu. Mau gak mau menikmati film-film para sineas he he he. Satu rule nya sih, jangan film korea. Benteng pertahananku amat kuat dari jaman SMA untuk tidak menonton film korea. Sorry to say.

Hingga pacar sendiri merekomemdasikan beberapa film dan seorang teman karib pun memberi rekomendasi film lainnya. Submarine. Bagus sih ceritanya tapi jauh dari kesan modern. Sederhana sekali. Tapi memang jadi menikmati alurnya. Ga riweh riweh dengan noise yang menimbulkan banyak gap. Tapi sepertinya lebih bagus bukunya. Dan soundtrack nya. Stuck on The Puzzle. Mohon maaf kalau sangat #solastyear dan istilah lainnya. Tapi ini berhasil mengalirkan air mata dalam keadaan apapun tubuh kita. FUUUUH.

Ini bukan lagu si alex turner pertama yang jd favorit sih, sempat menyukai mardybum.. crying lightning.. Tapi yang ini kayaknya fleksibel gitu dinyanyiin siapa aja bakal nangis. Walau pacar sendiri belum pernah nyanyiin. BUZZZ.



I'm not the kind of fool who's gonna sit and sing to you, about stars, girl.

Friday, April 25, 2014

Cari aku!

Hai. Kamu mencariku? Di halaman ini? Kau kira aku akan menuturkan segala keluhku tentangmu disini?

Oh ya tentu tidak. Aku memiliki banyak buku yang bisa kutorehkan pena sakit hati.

Sampai jumpa.
Akan ku temui mu segera setelah segalanya lebih dari runtuh.

Monday, February 10, 2014

Writing: a little bit of everything

“reading brings knowledge, writing brings wisdom”

Untuk yang mengenal saya sejak SD mungkin paham kelakuan saya. Bukan anak cerdas matematika, tapi senang mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hobinya saat SMP baca teenlit terus. Pernah tertarik banget jadi penulis (sampe beli buku panduan menulis saat tahun 2006 silam). Kemudian pupus karena mulai sibuk urusan pelajaran SMA (matematika membunuhku) dan percintaan, ceilah. Intinya sih males. Belum punya cara mempertahankan passion membaca dan menulis.

Hingga kemudian musim blogger di tahun 2009 awal di kalangan teman-teman. Ya saya wajib banget punya blogger sepertinya. Mulai deh nulis. Kayak alay gitu, nulisnya ga beraturan, nyablak, ketawa tiwi, heboh sendiri. Tapi yang baca seneng, katanya saya pelawak. Huf. Hingga sering nyoba ganti html desain template blognya. Lalu.... jadi.. suka.. desain.. edit ini itu, blend yang ini dan itu. Terima kasih terbesar ditujukan pada nadya chairunisa yang mengajari saya Adobe pertama kali. All about adobe, ga cuma photosop. Pada akhirnya blog saya ga ada nilai desainnya, secara komunikasi visual ya ga dapet deh. Lalu masuklah di TP, singkat cerita. Katanya sih bisa belajar desain disitu. Faktanya? Ya gitu, teknologi kinerja mengalihkan perhatian saya. Otak saya penuh ide-ide mengenai manusia dan kinerjanya. Saya lebih senang berteori tentang manusia dan kinerjanya, memperdebatkan performa mereka. Juga performa saya.

Saya pun memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas diri saya, akhirnya saya mencari kegiatan magang. Hingga sampailah pada gedung Koran Sindo. Well, balik lagi pada menulis. Ide-ide menulis berdatangan dari kata “manusia” yang selalu punya hal untuk diperdebatkan. Sudah ada 5 artikel diterbitkan atas nama saya. Liputan-liputan, interview, hingga workshop jurnalistik sudah diikuti. Dan kini mulai aktif jadi reporter di Kampus Update. See? Menulis lagi. Lagi-dan lagi. meskipun kalau di Kampus Update ini sedikit berbeda dengan sindo, tetap saja, isi otakku hanya menulis dan menulis. Belum lagi tugas kuliah isinya makalah, paper, analisis skripsi, proposal dan lain sebagainya.
Baca-tulis itu seperti siklus tiada putus. Mata rantai kehidupan dari seorang yang mau berkembang. Yang buta saja bisa menulis, apalagi kita. Read and write itu seperti learn and share. Gali dan sebarkan, temukan ide dan tuang. Sedalam apapun aku mengubur mimpi menjadi penulis, aku akan bergantung pada kata “menulis” itu selamanya. Menulis itu ada dimana-mana, menulis itu sebagian kecil dari setiap lini kehidupan.


Saturday, December 28, 2013

2013, berjuang, berkembang.

sembari mendengarkan lagu remember december dari demi lovato, aku mulai kaleidoskop sepanjang 2013 ini. yang..semoga saja bisa singkat dan mudah dipahami he he 2013 adalah tahun penuh "perjuangan" di segala lini. berbeda dengan 2012 yang isinya galau dan tak ada tujuan hidup.




2013 itu tentang

*fill in the blanks*

hingga bagaimana menyambut 2014 yang akan dipenuhi angka 14 setiap harinya

terima kasih banyak 2013, tahun dimana saya membentuk diri lebih matang, lebih dewasa, lebih egois pada mereka yang kekanak-kanakan

terima kasih banyak tuhan, untuk umur yang belum diberi ujung akhir nafasnya, dan segala puji syukur selalu tercurah padamu

Tuesday, December 10, 2013

Last Christmas



satu tahun yang ini mungkin berbeda dengan satu tahun yang dulu
mungkin tak seistimewa seperti yang kemarin
tapi satu tahun yang ini telah membuka mataku akan puluhan tahun di depan mata yang akan kita rengkuh nanti

selamat satu tahun bersama kembali!
selamat memulai bisnis bersama, ngeluh bersama, panik bersama!
mana bersyukurnya, nihaya? :)